Bersuci Ala Muslim

Persepsi “bersih” seorang bisa berlainan dengan orang yang lain. Begitu relatif karna di pengaruhi banyaknya aspek, seperti : budaya, pola hidup, rumah/geografis, pendidikan serta termasuk juga aspek ekonomi.
Kebersihan lebih merujuk pada tingkat higienis. Tak ada penyeragaman. Sedang Suci, hubungannya dengan syariat islam hingga arti juga akan suci yaitu sama. Suci tubuh, baju, serta tempat yakni terlepas dari hadats serta najis. Begitu halnya tata langkah serta fasilitas mensucikan juga telah diputuskan.

Rukun Islam sesudah syahadat yaitu shalat, di antara prasyarat sah nya sholat yaitu bersuci (thaharah) yakni menyingkirkan hadats serta bersihkan najis. Menyingkirkan hadas yaitu dengan berwudlu/tayamum serta mandi janabah. Sedang najis mesti dihilangkan serta dibikin bersih dari tiga hal : tubuh, baju serta lantai tempat shalat, Hingga mutlak kalau tubuh, baju serta tempat sholat mesti SUCI waktu di pakai utk beribadah sholat.

Perkembangan tehnologi berkembang cepat dengan beragam bentuk serta peranannya yang kesemuanya mempunyai tujuan untuk tingkatkan kwalitas hidup dan mempermudah manusia. Dampak perubahan tehnologi sudah mengubah pola hidup nyaris semua susunan orang-orang.

Banyak efek yang dirasa, lebih efisien, efektif, atau bahkan juga cuma menguber pola hidup.
Dalam konteks Bersuci-pun tanpa ada diakui tersentuh oleh peranan tehnologi, saksikan di sekitar kita toilet-toilet di mall atau hotel berbintang yang terkadang menyusahkan kita waktu bersihkan najis. (dimodifikasi dengan sensor automatis)
Begitu halnya hadirnya mesin pencuci yang makin mutakhir, yang malah dalam akhirnya meninggalkan tata cara bersuci sesuai sama syariat.

Sering diketemukan dikalangan rumah tangga atau Jasa Laundry di sekitar kita di mana Sistem Pensucian baju dikesampingkan karna argumen efisiensi air, cost listrik, tak ada tempatnya, atau karna repot mencari jalan yang lebih gampang serta cepat. Karna demikian simplenya sistem sampai lupa membersihkan baju tanpa ada menyingkirkan najis.
Sebatas sama-sama mengingatkan, mudah-mudahan saudaraku tidak lupa dalam bersuci, suci tubuh, baju serta tempat