Sejarah kelezatan Kuliner Indoensia Bernama Gudeg

Sebelum adanya berbagai varian gudeg, jaman dahulu gudeg yang dikenal oleh masyarakat Indoensaia ialah gudeg basah, terbuat dari nangka muda, dimaska dengan santan kelapa, gula, daun salam, dan rempah lainnya. gudeg tersebut berwarna kekuningan karena ada tambahan bumbu kunyit di dalmanya. Gudeg basah digemari masyarakat sebagai sayur teman makan nasi.

Seiring perkembanan jaman, gudeg yang dahulunya merupakan makanan keseharian masyarakat berubah menjadi komoditas ekonomi yang menjanjikan. Mulailah penjual gudeg membuat variasi penyajian gudeg agar semakin menarik dan memberikan variasi pilihan kepada pelanggan.

Gudeg kering populer belum lama, mungkin sekitar dasarwarsa yang lalu. Gudeg kering menjadi favorit wisatawan yang berkunjung ke area Yogyakarta dan Surakarta yang ingin membawakan oleh-oleh khas daerah. Dikarenakan Gudeg sudah dipromosikan sebagai kuliner khas Yogyakarta, maka banyak wisatawan yang tak ingin ketinggalan mencicipi masakan yang trend sampai sekarang ini.

Kemunculan industri gudeg yang berbaur dengan pariwisata rupanya meningkatkan kepopulerannya sampai ke mancanegara. Banyak gudeg yang sudah tembus pasar luar negeri dan wisatawan asing yang datang ke Indonesia pun semakin banyak yang penasaran untuk mencicipi gudeg.

Daya tarik lain sajian gudeg ialah pada kemasannya. Kemasan gudeg khas Yogyakarta yang paling sering dibuat di catering naboxparah  dibicarakan ialah gudeg wijilan yang memiliki ciri khas khusus. Keunikan inilah yang mengundang penikmat gudeg dari berbagai daerah untuk mencicipinya.

Gudeg khas wijilan dikemas di dalam sebuah wadah terbuat dari tanah liat, membuat masyarakat semakin tertarik untuk mencicipi cita rasanya. Pada umumnya, penjual gudeg mengemas gudeg dalam wadah yang terbuat dari anyaman bamboo.

Gudegs

Gudeg Ikonik di Yogyakarta

Gudeg merupakan kuliner yang ikonik di Yogyakarta. Ada berbagai macam outlet yang menjual gudeg di Yogyakarta, masing-masing menawarkan ciri khasnya sendiri.

Gudeg menjadi favorit warag, tidak hanya asli Yogyakarta tetapi juga pendatang. Orang jawa yang sangat suka cita rasa manis, tidak akan melewatkan gudeg begitu saja selama berkunjung ke Yogyakarta.

Kenapa gudeg sangat ikonik bagi Yogyakarta?

Hal itu ada hubungannya dengan kerajaan Mataram, diriwayatkan sekitar ke-16. Para prajurit Kerajaan Mataram membongkar hutan belantara untuk membangun peradaban yang kini terletak di kawasan Kotagede. Selama berusaha melakukan babat alas, para prajurit membuat masakan yang praktis, dari bahan yang udah ditemukan dan dapat memenuhi kebutuhan prajurit yang jumlahnya ratusan.

Para juru masak diantara prajurit tersebut kemudian memilihkan nangka muda sebagai bahan utama. Kemudian diracik dengan beberapa bumbu lainnya, termasuk salah satunya ialah kelapa. Para prajurit berpikir bahwa nangka muda yang diracik tentu akan menghasilkan masakan yang jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan para parajurit. Dalam proses memasak tersebut ada proses yang disebut hangudek, jadilah muncul istilah gudeg untuk menamai makanan yang tercipta pada saat itu hal ini ditangkap dalam media undercover yang mengulas tentang kuliner dan catering .

Sampai kini, makanan tersebut terus eksis di tengah-tengah masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Jadilah makanan tersebut menjadi ikon sekaligus bagian dari identitas Yogyakarta.